Karena Sering Dihukum, Malah Jadi Penulis Cilik

Namanya Nabila Ulamy Alya dari dataran tinggi Gayo, Aceh. Saat kelas 1 SD suka usil mengganggu adiknya sehingga mendapat hukuman dari ayahnya.

Jika membuat adiknya menangis, maka di buku yang telah disiapkan oleh Amanya, Nabila harus menulis kenapa membuat adik menangis.

“€œJika Nabila bandel, Nabila harus menulis kenapa bandel. Ama mengharuskan Nabila menulis di buku jika membuat adik menangis atau Nabila bandel. Jika tidak menulis, Nabila tidak akan mendapatkan uang jajan besoknya,”€ kisahnya kepada shnews.

Karena sering menulis kesalahan yang dibuatnya, Nabila semakin gemar menulis cerita pengalaman dirinya sehari-hari mulai dari pagi saat sekolah hingga malam hari. Malah, makin lama Nabila sudah merasa menulis bukan lagi hukuman, tapi dirinya tidak akan bisa tidur sebelum menggoreskan pena di buku yang diberikan khusus oleh ayahnya.

Setelah menulis cerita harian, Nabila diharuskan membaca ulang tulisannya tersebut. Karena merasa menarik, Nabila pun mulai belajar menulis cerita panjang, cerita pendek dan puisi. Terlebih Ama dan Ine (ibu) Nabila sangat mendukung bakat yang dimiliki Nabila.

Nabila pada awalnya lebih suka menulis tentang perjalanan ke luar negeri atau cerita-cerita tentang negara lain. Namun, karena nasihat da ri ayahnya agar menulis tentang Aceh karena cukup banyak yang bisa ditulis di Aceh seperti tsunami dan lainnya, Nabila pun mulai tertarik dengan Aceh.

“€œTerlebih kalau Nabila mau menulis tentang tsunami, Ama pasti mengajak Nabila jalan ke tempat tsunami seperti PLTD Apung, kuburan massal dan tempat-tempat lainnya, sehingga Nabila punya banyak bahan atau ide untuk menulis,”€ ucap Nabila.

Ayah Nabila, Ali Abubakar yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di Fakultas Syariah, IAIN Ar-Raniry Banda Aceh sangat mendukung anak sulungnya tersebut menulis, bahkan ia telah berusaha keras mencari penerbit saat novel pertama selesai ditulis Nabila.

“Saat itu, setelah Nabila selesai menulis novel pertamanya, sempat kebingungan mencari penerbit. Akhirnya kepala sekolah Nabila memperkenalkan Forum Lingkar Pena dan menganjurkan agar Nabila belajar ke sana. Setelah itu, FLP mencarikan penerbit untuk novel Nabila,”€ ungkap Ali Abubakar.

Nabila yang sekarang berumur 14 tahun (lahir 10 November 1999) telah menerbitkan enam buah novel.

“€œSekarang saya sudah menulis enam novel, empat di antaranya diterbitkan Dar! Mizan untuk novel kategori Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK),”€ ungkapnya.

Salah satu novelnya yang menarik perhatian berjudul Tawa Annisa, bercerita tentang keluarga yang terpisahkan karena tsunami yang melanda Aceh pada penghujung tahun 2004. Sejumlah novel lainnya yangg sudah diterbitkan misalnya The Happy Party, Pelangi di Musim Kemarau, Kupu-kupu Misterius dan Lost in the Mirror.

Ada yang terinspirasi jadi penulis seperti Nabila?

Sumber:
http://shnews.co/detile-22752-nabila-gadis-belia-penulis-enam-buku.html

Advertisements

The Conjuring, Kisah Nyata Gangguan hantu di Rumah Pertanian

Film horror terbaru The Conjuring disebut-sebut berdasarkan kisah nyata. Apakah benar atau hanya trik menggapai box office?

Sebaiknya, kita awali dulu dengan sinopsis film tersebut. Dikisahkan pada tahun 1971, suami-isteri Roger dan Carolyn Peron pindah ke sebuah rumah pertanian tua di Harrisville, Rhode Island dan memboyong lima putri mereka. Di hari pertama pindah, semua tampak baik-baik saja kecuali anjing mereka yang terus menyalak dan takut masuk ke rumah.

Setelah makan malam, anak-anak mereka bermain hide-and-clap (semacam petak umpet) dan secara kebetulan, salah satu putri Roger menemukan ruang bawah tanah. Akhirnya setelah semua pergi tidur, Roger pun memeriksa ruangan tersebut. Sementara istrinya, Carolyn terus mengeluh karena anjing mereka tetap bertahan di luar semalaman dan terus menggonggong tak henti.

Pagi harinya, Carolyn bangun dengan memar aneh di tubuhnya. Lebih mengerikan lagi, anjing mereka ternyata sudah tewas di luar. Sejak itu teror hantu di rumah ini pun dimulai. Seperti misalnya pintu yang membuka-menutup sendiri, suara orang bertepuk tangan tapi tak ada penampakan, sampai serangan semakin memuncak ketika Carolyn terkunci di ruang bawah tanah dan roh jahat berupa wanita tua menyerang putri sulungnya.

Keluarga ini pun akhirnya meminta bantuan pasangan paranormal Lorraine dan Ed Warren (diperankan Vera Farmiga dan Patrick Wilson).

Nah, inilah yang jadi pertanda bahwa film The Conjurings diangkat dari kisah nyata.  Lorraine dan Ed Warren adalah paranormal (demonologist) yang cukup populer di Amerika.  Tahun 1952, mereka mengklaim telah meneliti 10.000 kasus paranormal. Mereka juga menulis sejumlah buku tentang investigasi paranormal dan hantu-hantu.

Ed telah meninggal tahun 2006 lalu. Kabarnya, istrinya Lorraine masih aktif sebagai paranormal dan membangun Museum Ilmu Gaib di belakang rumah mereka di Monroe, Connecticut.

Kalau Anda pernah menonton filmThe Amityville Horror, itu juga berdasar kisah Lorraine dan Ed Warren.

Kembali ke kisah keluarga Perrons, Lorraine yang ikut menyaksikan premier film The Conjuring mengisahkan lagi, “Aku ingat tempat-tempat itu sangat buruk seperti gudang kotoran. Aku ingat suamiku pergi menuruni tangga ke ruang bawah tanah. Kami juga bertemu dengan profesor Conn dari sebuah universitas di New Haven, yang ingin melihat apa yang terjadi di rumah Perron.”

Beberapa pihak seperti Steven Novella dari New England Skeptical Society meragukan semua aksi paranormal Ed Warren dan Lorraine, apalagi sehubungan dengan film The Conjuring. Entah, aksi supranatural memang terkadang sulit dibuktikan secara logis. Sekarang pilihannya ada di tangan Anda, bila penasaran maka segera menyaksikan film The Conjuring yang digosipkan bakal jadi film horor paling menakutkan tahun 2013.

Sumber:
http://theweek.com/article/index/247280/the-real-story-behind-th e-conjuring-and-four-other-horror-movies-based-on-a-true-story

http://au.ibtimes.com/articles/494599/20130726/conjuring-lorraine-warren-ed-perron-family-horror.htm#.UfKQbG08lc0

Tahukah Kamu? Saat Bulan Purnama, Waktu Tidur Berkurang

Dalam Jurnal Current Biologi, para peneliti mengemukakan jam tidur manusia berkurang mengikuti siklus bulan. Awalnya, diketahui siklus bulan – disebut circalunar clock – memengaruhi serangga dan reptil. Belakangan, ternyata juga berpengaruh pada manusia.

“Siklus lunar tampaknya mempengaruhi tidur manusia, bahkan ketika seseorang tidak ‘melihat’ bulan dan tidak menyadari fase bulan yang sebenarnya,” kata rekan penulis studi Christian Cajochen, dari University of Basel di Swiss.

Pada proses penelitian, Cajochen dan timnya empelajari 33 relawan di laboratorium. Sementara mereka tidur, pola subyek ‘otak, gerakan mata, dan sekresi hormon dipantau.

Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar bulan purnama, para relawan tidur kurang dan aktivitas otak mereka yang berhubungan dengan tidur nyenyak turun 30 persen.

Mereka juga butuh waktu sekitar lima menit lebih lama untuk tertidur dan menunjukkan berkurangnya melatonin – hormon yang dikenal untuk mengatur siklus tidur dan bangun.

Malcom von Schantz, pene liti tidur dan sirkadian di University of Surrey di Inggris, menyebut temuan-temuan baru “menarik” karena menimbulkan kontradiksi baru terhadap penelitian sebelumnya yang gagal menemukan hubungan antara bulan dan perilaku manusia.

“Pada dasarnya, setiap laporan yang diterbitkan sampai saat ini telah gagal untuk menunjukkan hubungan yang signifikan antara fase bulan dan sejumlah parameter perilaku dan fisiologis,” kata von Schantz. dalam sebuah email kepada national geographic.

Bukti kearifan lokal
jaman dulu, saat bulan purnama bumi lebih terang benderang. Orang-orang keluar rumah dan bermain. Di beberapa wilayah bumi, bulan purnama juga menjadi saat tepat untuk berburu. Selain itu, waktu tidur dikurangi agar lebih waspada terhadap kedatangan hewan buas.

“ketika ada lebih banyak cahaya saat purnama, potensi bahaya dari predator lebih mungkin terjadi,” pendapat Cajochen. Ya, peneli tian pada akhirnya memahami tradisi yang berlaku dari nenek moyang secara turun-temurun.

Sumber:
nationalgeographic.

Apa di Zaman Majapahit Komunitas Islam Sudah Ada Di Nusantara?

Islam masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 M yang berarti saat Rasulullah SAW masih hidup di Jazirah Arab. Buktinya adalah sebuah kota kecil di pesisir Barat Sumatera Utara, Barat daya Medan, bernama Barus. Sampai sekarang, sejarah mencatat jika Barus adalah kota tertua di Nusantara. Barus adalah kota internasional yang sejak zaman sebelum masehi, sebelum Nabi Isa a.s. lahir, diketahui telah mengekspor kapur wangi (kapur Barus) ke Mesir untuk digunakan sebagai bahan pembalseman mumi para raja dan pangeran Mesir (Firaun).

Sedangkan Majapahit baru berdiri di akhir abad ke-13 M, dengan meruntuhkan Kerajaan Singosari, yang berarti enam abad setelah Islam menyinari Nusantara.

Walau Islam telah menyinari Barus diabad ke-7 M, namun catatan Islam tertua di Tanah Jawa sampai hari ini masih merujuk pada batu nisan Fatimah Binti Maimun yang ditemukan di Leran, Gresik, Jawa Timur, pada 1082. Sejumlah petilasan di pusat kerajaan Majapahit, Trowulan, juga telah ditulis dalam bahasa Arab (SQ. Fatini: Islam Comes to Malaysia; Singapore, MSRI, 1963). Ini berarti sebelum Majapahit berdiri di Trowulan, sudah ada penduduk beragama Islam di sana.

Sedangkan menurut catatan indonesianis asal Monash University- Australia, MC. Ricklefs dalam “Sejarah Indonesia Modern 1200-2004” (h.30-31) disebutkan jika batu nisan Trowulan terdapat angka pahatan 1368. ”Batu nisan ini berhias ayat-ayat Qur’an… Batu-batu Jawa Timur itu mengesank an bahwa beberapa elit Jawa telah memeluk Islam pada saat kerajaan Majapahit yang beragama Hindu-Budha itu sedang jaya-jayanya.” Ricklefs juga menulis, “…sudah ada bangsawan-bangsawan yang beragama Islam di istana Majapahit pada abad XIV” (h.37). Kerajaan Majapahit berdiri pada tanggal 10 November 1293 saat Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja pertama dengan nama resmi Prabu Kertarajasa Jayawardhana.

Ronggolawe sendiri adalah orang yang sangat berjasa di dalam berdirinya Majapahit. Namun oleh pembesar Majapahit, akibat fitnah yang dilancarkan Mahapatih Halayudha, Ronggolawe yang sangat menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan—sebab itu dia menolak pengangkatan Nambi yang dianggapnya tidak lebih berjasa ketimbang beberapa rekannya sebagai salah satu pembesar kerajaan, dianggap sebagai pemberontak dan diperangi.

Tuban sejak sebelum Majapahit berdiri merupakan kota pelabuhan di mana semua pedagang dari berbagai negara dan agama bertemu. Islam tel ah bersinar di Tuban sejak lama. Sebab itu jika dikatakan adakah orang-orang Islam yang menjadi pengikut Ronggolawe, maka hal itu bukan kemustahilan. Apalagi di masyarakat Tuban telah lama tertanam adanya kisah tentang Brandal Lokajaya yang kemudian menjadi Sunan Kalijaga, salah seorang penyebar Islam di Tanah Jawa.

Dan adakah orang-orang Islam yang menjadi anggota pasukan kerajaan Majapahit? Ini juga bukan kemustahilan mengingat sejarawan Ricklefs berkeyakinan jika sebagian pembesar dan bangsawan Majapahit telah memeluk Islam ketika Majapahit masih berdiri.

Sejarah Islam di negeri ini memang sangat besar dan gemilang. Sayangnya, arus reformasi sepertinya tidak perduli dengan semua ini. Menjadi tugas kita semualah untuk mengungkap dan meluruskan sejarah ini agar anak cucu kita bisa bangga menjadi Muslim Indonesia. Wallahu alam bishawab.(eramuslim)

Renungan: Cara Dakwah Damai Sunan Kudus

Ja’far Shodiq, adalah seorang ulama yang kemudian lebih akrab dikenal sebagai Sunan Kudus. Dia berdakwah kepada masyarakat Kudus yang kala itu beragama Hindu.

Tantangan Sunan Kudus begitu berat dalam menjalankan aktivitas dakwahnya. Salah satunya adalah bagaimana cara agar masyarakat tidak marah jika dia dan pengikutnya makan daging sapi. Hal ini karena sapi merupakan hewan yang dianggap suci oleh masyarakat Hindu.

Sunan Kudus tahu benar bagaimana masyarakat akan bereaksi jika melihat hewan sesembahannya sampai dilukai. Menyadari hal itu, Sunan Kudus kemudian membuat pengumuman bahwa dia akan menghias sapi, sebagai siasat agar masyarakat mau mendengar ceramahnya di Masjid Kudus.

Mengetahui pengumuman itu, masyarakat berbondong-bondong mendatangi Masjid Kudus karena penasaran dengan rencana Sunan Kudus yang akan menghias sapi. Mereka kemudian melihat sapi milik Sunan Kudus yang diberi nama Kebo Gumarang itu di halaman masjid.

Sunan Kudus pun kemudian mengajak masyarakat untuk mendengarkan kisah yang dia ambil dari salah satu surat di dalam Alquran, Al Baqarah, yang berarti Sapi Betina. Masyarakat terkesima mendengarkan kisah yang diceritakan Sunan Kudus.

Selesai mendengarkan cerita itu, ternyata masyarakat masih kurang puas dan ingin mendengar cerita-cerita lain. Akhirnya, Sunan Kudus menyusun banyak kisah dan disampaikan secara teratur dalam setiap pertemuan di Masjid Kudus.

Semakin lama, orang banyak yang tertarik dengan Islam. Hal itu membuat sebagian besar masyarakat Hindu di Kudus memilih berpindah agama dan memeluk Islam.

Namun demikian, dakwah Sunan Kudus sama sekali tidak menghilangkan simbol-simbol masyarakat Hindu.

Sunan Kudus bahkan menghimbau umat Islam untuk tidak memakan daging sapi meskipun halal dan menggantinya dengan daging kerbau.

Himbauan ini dimaksudkan untuk menghormati keyakinan masyarakat.

Lihatlah bagaimana asimilasi terjadi antara Islam dan tradisi sebelumnya. Memang dibutuhkan pemahaman yang arif dalam menyikapi sesuatu, sehingga tetap ada penyebaran dakwah tanpa perlu meninggalkan perdamaian.

Anak Indigo, Anak Yang Melihat Jin?


SEBAGIAN orang di dunia ini percaya dengan indera keenam. Seperti kita ketahui, manusia umumnya mempunyai lima indera, namun konon, sebagian orang—utamanya anak-anak—dianugerahi indra keenam itu. Sering juga disebut anak indigo.

Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet.

Terkait fenomena anak indigo, ada beberapa catatan yang bisa kita beri garis tebal,
Pertama, islam tidak menolak re alita

Sebelumnya, mari kita memahami peta realita berikut,

Realita dibagi menjadi dua:

1.  Realita syar’i: itulah semua berita yang disampaikan dalam Al-Quran dan sunah yang sahih. Misalnya: meteor yang memancarkan cahaya di langit, sejatinya adalah panah api untuk melempar setan yang berusaha mencari berita dari langit. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran surat al-Jin ayat 9. Meskipun kita tidak pernah melihat peristiwa ini dengan kasat mata, namun mengingat hal ini Allah ceritakan dalam Al-Quran maka wajib kita yakini, karena demikianlah realita yang ada. Contoh lain: Jibril memiliki 600 sayap, sebagaimana dinyatakan dalam hadis riwayat Bukhari. Meskipun kita tidak pernah melihat wujud asli Jibril, namun mengingat hal ini disebutkan dalam hadis shahih, maka wajib kita yakini.

2.  Realita kauni merupakan semua kejadian yang Allah ciptakan di alam ini. Misalnya, ada orang melihat kejadian aneh, kemduian dia abadi kan gambarnya, lalu dia share ke yang lain. Kita tidak mungkin mengingkari kejadian ini, karena orang yang melihat langsung membawakan bukti asli sesuai yang dia saksikan.

Penyimpangan terhadap dua realita di atas, kita sebut berita dusta. Jika berita dusta itu terkait masalah syariat atau keyakinan, diistilahkan dengan tahayul. Misalnya: berita bahwa pada hari rabu terakhir di bulan safar, akan turun 320 ribu bencana. Berita ini masuk dalam ranah masalah ghaib. Karena indera manusia tidak pernah mendeteksi 320 ribu bencana yang turun di hari itu. Sehingga untuk membuktikan kebenaranya, kita perlu kembalikan kepada dalil, adakah ayat atau hadis shahih yang menyebutkannya. Jika tidak ada, termasuk tahayul, yang tidak boleh diyakini.

Anda bisa menimbang semua informasi masalah ghaib yang simpang siur di sekitar kita dengan cara di atas. Sehingga kita bisa membedakan antara keyakinan yang benar dengan tahayul semata.

Fenomena indigo termasuk rea lita yang bisa kita saksikan. Ada anak yang berkomunikasi dengan makhluk lain, atau dia melihat makhluk lain, dan itu asli tidak dibuat-buat.

Sebatas kejadian yang bisa kita lihat, termasuk fenomena kauni. Kejadian yang Allah ciptakan di alam ini. Selama kejadian itu memang benar-benar ada, islam tidak melarang kita untuk membenarkannya, karena islam tidak menolak realita.

Kedua, kemampuan dasar makhluk

Islam tidak menolak fenomena indigo jika memang itu realita. Kita boleh meyakininya, selama kejadian itu memang benar-benar ada di sekitar kita. Namun realita yang boleh kita yakini dalam hal ini hanya sebatas yang bisa kita lihat. Sementara tentang hakikat anak indigo, perlu kajian yang lebih serius utnuk bisa menjelaskan dan memberi komentar.

Di sini kita tidak menggali hakikat dan sebab si anak menjadi indigo. Sebagian ahli medis menyebutkan, anak indigo mengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), semacam gangguan p erkembangan dan keseimbangan aktivitas motorik anak sehingga menyebabkan aktivitasnya tidak lazim dan cenderung berlebihan. Ada juga yang menyebutkan, anak indigo bisa seperti itu karena memiliki kemampuan melihat jin. Dan beberapa analisis lainnya.

Hanya saja ada beberapa informasi tentang anak indigo yang disuasanakan berlebihan. Sebuah analisis €ngawur€™ menyebutkan beberapa kemampuan luar biasa anak indigo,

    Prekognision: kemampuan memprediksi dan membuat peristiwa yang akan terjadi di masa depan.
    Retrokognision: kemampuan melihat peristiwa di masa lampau.
    Klervoyans: kemampuan untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung di tempat lain.
    Psikometri: kemampuan menggali informasi dan berkomunikasi dengan objek apapun. Dia menerjemahkan getaran dan gelobang yang dipancarkan setiap benda yang menyimpan rekaman suatu peristiwa.

Mediumshi p: kemampuan untuk menggunakan rohnya dan roh makhluk lain sebagai medium, serta bisa berkommunikasi dengan roh.

Telekinetik adalah kemampuan untuk menggerakkan benda dari jarak jauh.
Sugesti hipnosis: Anak Indigo dapat menghipnosis seseorang dengan kemampuan telepatinya.
Berkomunikasi dengan Tuhan: Kemampuan ini berhubungan dengan cakra mahkota pada bagian atas kepala yang merupakan pintu komunikasi antara manusia dengan Tuhan.

Jika kita perhatikan kemampuan di atas, bisa disimpulkan bahwa anak indigo tak ubahnya seperti seorang Nabi. Karena satu-satunya manusia yang kita kenal memiliki kemampuan hebat seperti di atas hanya para nabi, atas bimbingan wahyu dari Tuhannya.

Namun sayang, banyak juga mereka yang mempercayai hal ini, terutama para budak klenik dan ramalan. Anak indigo siapapun dia, tetap manusia. Dia tidak akan melampaui batas kemampuannya sebagai manusia. Semua kemampua n di atas, sejatinya tidak mungkin dimiliki manusia, selain Nabi yang mendapat wahyu dari Allah.

Ketiga, indigo dan jin

Bagian ini perlu kita kupas ulang, karena memungkinkan untuk dilakukan pendekatan berdasarkan dalil. Beberapa laporan menyebutkan anak indigo melihat sesuatu yang tidak kita lihat.

Ada dua kemungkinan yang dia lihat, antara malaikat atau jin. Untuk malaikat, dipastikan tidak mungkin. Karena malaikat hanya akan melakukan tugas yang diperintahkan Allah. Sementara tidak mungkin malaikat melakukan tugas kecuali untuk sesuatu yang penting.

Dengan demikian, yang lebih pasti adalah jin. Anak ini melihat jin. Apa mungkin? Sangat mungkin.

Allah tegaskan dalam Al-Quran ketika membahasa tentang iblis: “Sesungguhnya dia (iblis) dan kabilahnya (semua jin) bisa melihat kalian dari suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27).

Inilah sifat asli jin. Dia tidak bisa dilihat ol eh manusia. Akan tetapi jin bisa menjelma menjadi makhluk yang lain, sehingga bisa terindera oleh manusia. Baik dengan dilihat, didengar, atau diraba. Sebagaimana kisah Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu pada hadis berikut,

Suatu ketika Ubay pernah menangkap jin yang mencuri makanannya. Ubay bin Ka’ab berkata kepada Jin: “Apa yang bisa menyelamatkan kami (manusia) dari (gangguan) kalian?”. Si jin menjawab: “Ayat kursi… Barangsiapa membacanya di waktu sore, maka ia akan dijaga dari (gangguan) kami hingga pagi, dan barangsiapa membacanya di waktu pagi, maka ia akan dijaga dari (gangguan) kami hingga sore”. Lalu paginya Ubay menemui Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- untuk menuturkan hal itu, dan beliau menjawab: “Si buruk itu berkata benar”. (HR. Hakim, Ibnu Hibban, Thabarani dan lainnya, Albani mengatakan: Sanadnya Thabarani Jayyid)

Kejadian yang sama juga pernah dialami Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau menangkap jin yan g mencuri makanan zakat fitrah.

al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Jin terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memungkinkan bagi manusia untuk melihatnya. Firman Allah Ta’ala, ‘Sesungguhnya iblis dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka,’ khusus pada kondisi aslinya sebagaimana dia diciptakan.” (Fathul Bari, 4:489).

Karena itu, jika benar anak indigo melihat jin, bukan karena dia memiliki kemampuan khusus melebihi yang lain, sehingga bisa melihat jin. Namun karena ada jin yang menampakkan diri kepadanya.

Keempat, Kondisi tidak Normal

Catatan tambahan yang penting untuk disebutkan. Kejadian anak indigo sejatinya adalah kondisi tidak normal. Baik karena sebab ADHD atau melihat jin. Karena normalnya manusia, dia hanya bisa berinteraksi dengan sesuatu yang bisa memberikan respon kepadanya. Jika sebabnya karena gangguan kejiwaan, bisa dilarikan ke ahli penyakit terkait, sehingga bisa dilakukan penanganan.

Demikian pula jika indigonya disebabkan melihat jin. Juga termasuk kondisi tidak normal. Karena dalam kondisi normal, sejatinya mansuia tidak bisa melihat jin. Ketika ada orang yang melihat jin, berarti dia tidak normal. Karena tidak normal, kasus semacam ini perlu dinormalkan (baca: diobati). Melihat jin, berarti ada jin yang usil dan mengganggunya. Dia harus usir jin ini agar segera meninggalkannya. Jika tidak, akan sangat sulit bagi si anak untuk melepaskan diri dari gangguan jin itu. [konsultasi syariah]

Wanita Ini Bikin Sayembara Rp 102 Juta untuk Menggaet Calon Suami Idaman

Menemukan cinta sejati bukan hal yang mudah bagi sebagian orang. Tetapi, seorang wanita yang berprofesi sebagai supervisor manajemen di sebuah agen periklanan yang cukup terkenal di San Francisco berpikir bahwa uang tampaknya bisa membantunya.

Sebagaimana dilansir Odditycentral, wanita ini menawarkan uang USD 10.000 atau sekitar Rp 102 juta untuk orang yang berhasil mengenalkannya pada Mr Right. Ia nekat melakukannya setelah membaca buku bestseller karangan COO Facebook Sheryl Sandberg. Setelah membaca buku itu, ia berpikir bahwa dirinya memang harus mengambil peran yang lebih proaktif dalam mencari cinta sejati.

Kemudian, wanita yang tidak disebutkan namanya itu memutuskan untuk menulis email kepada semua teman-temannya, dan menawarkan uang sejumlah USD 10.000 kepada siapapun yang berhasil mempertemukannya dengan calon suaminya.

Wanita itu berjanji akan memberikan imbalan tersebut di hari pernikahannya kepada temannya yang berhasil menemukan Mr Right untuknya. Agency Spy, situs yang melansir berita mengejutkan itu, mengatakan bahwa mereka telah menyunting nama dari pengirim email tersebut untuk menghindari cemoohan bagi si pengirim. Namun, sumber Agency Spy mengklaim bahwa wanita itu sangat serius dengan idenya dan kini ia telah mendapatkan 100 kandidat potensial untuk dijadikan pendamping hidup.

Sumber: http://www.mindtalk.com/ch/birojodoh#!/post/51f38a9bf7b7305d6c00148c